Langsung ke konten utama

Terimakasih,2016.

Tahun ini ternyata berlalu begitu cepat. Semua orang sepertinya menyambut bahagia tentang 2017 dan berharap suatu keajaiban terdapat di tahun depan.
'Tahun depan' seperti sebutan hal yang jauh, padahal perubahan tahun ada di depan mata dan hanya dalam hitungan jam.
Tahun 2016, tahun banyak cobaan untuk negeri ini, untuk para pejuang hidup nya masing-masing, dan tahun paling banyak pelajaran untuk seseorang yang menulis ini.
Tahun 2016 tidak hanya dipenuhi duka, bahagia masih dimiliki mereka yang hidupnya bersyukur, dan mereka yang hidupnya beruntung.
Tahun ini, untuk saya, tahun penuh warna, tahun penuh cobaan untuk diri saya sendiri. Tahun penuh pertengkaran pikiran dengan hati. Tahun penuh mempelajari hal-hal baru. Tahun penuh luka untuk kisah cinta. Tahun yang panjang, tapi berjalan sangat cepat.
Menjalani hari dengan berpikir kapan semua ini akan berakhir, lalu, pada kenyataannya, tahun ini berakhir, seperti baru kemarin melakukan hal ini itu. Dan sekarang pertanyaan yang terlontar hanya 'ini semua sudah terlewati?' Tapi yakin, hal-hal indah dalam semua kejadian ini belum berakhir.
Terima kasih, 2016. Terima kasih untuk semua kenangan indah, duka, bahagia, menjengkelkan dan warna-warna hari saya 1 tahun ke belakang lainnya. 1 tahun yang berlalu begitu cepat, namun pada kenyataannya sulit dijalani.

Terima kasih, 2016. Semoga 2017 akan semua yang belum tercapai akan segera digapai.

**

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The One with The Blue Shirt

     Untuk yang mengikuti series "Friends" pasti familiar dengan "The One with...", sama seperti judul dari cerita singkat ini. Tepat satu tahun yang lalu, saya pergi bersama seseorang yang mau jemput saya subuh-buta buat ikut upacara 17-an di kampus. Jarak rumah dia ke rumah saya itu ditempuh sekitar 40 menit kalau nggak macet & sedikit ngebut. Jadi silahkan dibayangkan subuh-subuh yang dingin, dia ngebut supaya memastikan kalau saya ngga akan telat. Yang bikin saya kaget hari itu.. dia datang dengan pakaian kemeja biru dan jeans biru gelap. Iya, tanpa jaket. Saya belum terbiasa, kok bisa-bisanya dia pergi jarak yang cukup jauh, subuh-subuh pula, apa nggak kedinginan? Saya lupa alasannya waktu itu, tapi bisa jadi karena (1) dia nggak mau pakai jaket, (2) lupa, (3) nggak pernah terbiasa pakai jaket. Sampai saat ini saya belum paham juga kenapa alasannya. Tapi biarin aja ya, yang penting sampe hari ini dia sehat terus, mohon doanya juga ya buat kamu yang baca ini...

a journey.

Halo. Selamat datang, selamat membaca. Ada hal-hal yang ingin sekali kuceritakan pada kalian. Perjalanan yang mengajarkanku keikhlasan, kepemimpinan, persahabatan, perdebatan, pembelajaran dari kesalahan, arti memaafkan, arti kerja sama, serta pentingnya 3 kata ajaib; maaf, tolong dan terima kasih.  Perjalanan ini berat, tapi ternyata aku sanggup melaluinya.  Selain untuk bercerita, postingan ini juga aku dedikasikan kepada seluruh orang yang terlibat dalam proses acara. Jadi, akan ada beberapa foto dan cerita di bawah sana.  Selamat membaca. ---- Singkat cerita aku terpilih sebagai ketua pelaksana PKKMB fakultasku. Acaranya dilaksanakan dari tanggal 27- 30 Agustus 2019. Ada banyak sekali hambatan dan ketidak percayaan diri, tapi ternyata aku bisa melewatinya. Selesainya acara, aku merasa sangaaat hampa, kosong saja. Kebiasaanku setiap hari ke kampus dan nangkring di lembaga tiba-tiba berakhir, aku harus mengikuti kelas karena masa perkuliahan sudah...

Our Precious 2020...

 Halo, 2020  Tahun ini semua orang jadi mendapatkan sebuah pelajaran baru. Banyak hal yang bisa diambil dari tahun ini, meskipun pada awalnya kesulitan untuk menerima keadaan, keluhan-keluhan yang dilontarkan karena harus menjalani pembelajaran atau kerja dari rumah, keadaan bosan atau kesulitan untuk memikirkan "harus makan apa besok hari?" karena pekerjaan yang tidak jelas semenjak pengurangan karyawan. Semua itu sudah dilalui hampir 9 bulan, setiap orang lambat laun menemukan caranya sendiri untuk berdamai dengan keadaan, hingga keluhan-keluhan tak lagi terdengar.  Kita sudah bertahan dengan sangat baik.  Buatku, 2020 memiliki ceritanya sendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan tahun-tahun manapun. Tahun dimana aku tidak perlu mandi pagi-pagi untuk berangkat kuliah, dan tahun dimana aku tidak harus pulang malam karena rapat dan kuliah. Tahun dimana aku bisa leyeh-leyeh setelah jeda kelas, atau bangun 5 menit tepat sebelum kelas dimulai (walaupun beberapa kali ak...