Langsung ke konten utama

friendship?

kebiasaan gue dari dulu sampe sekarang adalah; menyimpan banyak hal untuk sendiri. contohnya; gue bikin tulisan untuk di blog, entah karena kangen seseorang, muak dengan keadaan atau hal lain  tapi cuma berakhir di draf.

gue akan mencoba untuk menuangkan pikiran gue tentang apa yang baru-baru ini terjadi di lingkungan gue. first, it's about friendship.  semakin kita dewasa, semakin kita tahu mana yang bisa kita percaya sampe semua cerita dia harus tau, mana yang bisa kita ajak bertukar pikiran, mana yang bisa cuma kita ajak ketawa-ketawa aja, dan mana yang kalo ketemu kita cuma angkat alis aja. gue, punya semua tipe temen kaya gitu. satu yang harus digaris bawahi bahwa semua orang punya sisi baik dan buruk, hal itu yang kadang kita lupa. kadang orang yang kita jelek-jelekin bareng sahabat kita, boleh jadi pernah nolong kita pas kita kesulitan. kita selalu lupa itu. atau boleh jadi, kita pernah berperilaku buruk sama orang itu, dan orang itu merasa nggak terima atas perlakuan kita. kita selalu lupa itu. gue sendiri masih melakukan itu bareng temen-temen gue (re: ngomongin orang) lalu semakin kesini gue sadar bahwa apa yang gue lakuin nggak menjadikan gue baik, and then i wrote this post to remind myself. yang paling utama adalah kita harus pinter-pinter pilih temen. bukan pilih-pilih temen karena perbedaan agama, suku, warna kulit atau sejenisnya ya. pinter pilih temen yang gue maksud adalah, ketika kita tau orang itu muka dua, dan nunjukkin kedua mukanya ke kita, disitu kita harus tau sebanyak apa cerita yang bisa kita ceritain ke orang itu, dan bagaimana harus memperlakukan orang tersebut. gue pribadi sudah bisa untuk membatasi diri, dan kadang kelewat nggak peduli sama temen deket, nganggep nggak punya temen, padahal ada beberapa orang yang amat sangat peduli sama hidup gue. yang masih gue coba pahami adalah; bagaimana belajar untuk jadi lebih baik dari pribadi mereka. simple rules: kalo baik diikutin, kalo buruk dijadiin pelajaran dan jangan ditiru. dan pembelajaran ini nggak akan pernah selesai, gue harus selalu meng-upgrade diri. contoh pembelajaran yang gue ambil; waktu itu lagi tiduran di ruang tv di rumah temen gue, sebut aja si B, ada temen gue juga si A. kita tiduran nggak beraturan pokoknya, dan posisi si A ini kakinya deket sama remot tv. terus kita kayak bosen sama acaranya, udah dalam posisi enak juga dan bilang "A, tolong remot mau dipindahin channel nya" terus si A bangun, ambil remot dan ngasih ke gue pake tangan, iya, pake tangan, terus gue sama si B kaget dong, komentar "sampe bangun segala, orang tinggal digeser pake kaki" jawaban si A yang maasih gue inget sampe sekarang adalah "nggak sopan lah" gue sama si B diem, iya juga sih ya, tapi kan mager. sejak saat itu gue mikir, oh iya ya, seakrab apapun kita sama temen, etika itu penting biar nggak jadi kebiasaan. walaupun masih susah banget gue jalanin, tapi gue udah nyoba lah perlahan, biar gue nggak malu-maluin amat. udah kali ya? maafkan postingan anak kelas 3 SMA tapi nggak mencerminkan anak SMA ini ya. semoga bermanfaat. let's make the world great again, see you. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The One with The Blue Shirt

     Untuk yang mengikuti series "Friends" pasti familiar dengan "The One with...", sama seperti judul dari cerita singkat ini. Tepat satu tahun yang lalu, saya pergi bersama seseorang yang mau jemput saya subuh-buta buat ikut upacara 17-an di kampus. Jarak rumah dia ke rumah saya itu ditempuh sekitar 40 menit kalau nggak macet & sedikit ngebut. Jadi silahkan dibayangkan subuh-subuh yang dingin, dia ngebut supaya memastikan kalau saya ngga akan telat. Yang bikin saya kaget hari itu.. dia datang dengan pakaian kemeja biru dan jeans biru gelap. Iya, tanpa jaket. Saya belum terbiasa, kok bisa-bisanya dia pergi jarak yang cukup jauh, subuh-subuh pula, apa nggak kedinginan? Saya lupa alasannya waktu itu, tapi bisa jadi karena (1) dia nggak mau pakai jaket, (2) lupa, (3) nggak pernah terbiasa pakai jaket. Sampai saat ini saya belum paham juga kenapa alasannya. Tapi biarin aja ya, yang penting sampe hari ini dia sehat terus, mohon doanya juga ya buat kamu yang baca ini...

first post

Assalamualaikum First post yaay!  Nulis apa ya? Bakal dihujani dengan curhatan gajelas atau mungkin cerita tentang masa masa smp yang asli seru parah! And unforgettable! Masa masa kerja kelompok padahal pas disana cuma main terus pulang nya sore kehujanan, masa masa gosipin orang mulu pas kelas 8 {tidak patut ditiru ya mz&mb},masa masa foto mulut dimonyong2in dan pas sekarang liat foto foto itu lagi ilfeeeell parahhhh, masa masa cinta monyet tuuuh, belajar dari cerita cerita temen kalo gaada tuh orang yang ga pernah dikecewain sama orang yang dia sayang apalagi pacar gitu, pacaran pasti ada berantem berantem nya, sakit hati sakit hati nya, nangis nangis nya, dan seneng nya. Positif nya pacaran itu jelas lebih dikit sih dari negatif nya tergantung gimana kita nanggepin nya, tapi anak smp 5 ga ada yang pacaran. Masa masa smp mah masih masa masa kita tumbuh berkembang, tumbuh jadi lebih dewasa? Jadi lebih bisa menyikapi apa tindakan yang harus diambil kalo ada masalah, weitss ...

I'm back!

    Setelah sekian lama nggak update blog lagi, baru hari ini bisa terlaksana. Waktu sepertinya berlalu begitu cepat. Blog-blog terakhir berputar di masa-masa SMP. Ya, setelah lulus dari SMPN 5 Bogor, SMAN 5 Bogor jadi batu loncatan untuk menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi nanti, satu tahun sudah dilewati, pahit-manis-kecut nya kehidupan SMA hampir pernah dirasakan dibangku kelas 1 SMA, Masa-masa transisi menuju kedewasaan, yang akhirnya mengerti arti persahabatan, rasa dengki, rasa menghargai satu sama lain, hingga akhirnya berakhirlah sudah satu tahun itu dengan tidak amat bahagia, dan tidak teramat sedih pula, karena kamu akan tau ketulusan seseorang, kalau kamu mejalani kehidupan di posisiku. Memasuki kelas 2 SMA, kata banyak orang, ditahap ini masa-masa yang paling seru, aku gatau, baru diawal perjalanan, masih 3 bulan menuju 4 bulan pertama, sejauh ini masih baik-baik saja, emosi yang ada hanya sesaat, besoknya sudah biasa saja, kuharap, sama seperti yang dikat...