Langsung ke konten utama

Fajar dan Senja

'selamat pagi cantik, semoga harimu bahagia' kata Fajar menyapaku
aku, 
senang sekali disapa Fajar pagi ini, 
tidak peduli seburuk apapun hari yang akan ku lalui, ia pasti akan menyemangatiku diawal hari
terkadang mantra-mantra dari Fajar bisa mempengaruhi hariku
entah dia bilang 'selamat pagi cantik, jangan lupa bersyukur hari ini' atau dia bilang 'selamat pagi cantik, kamu harus berbuat baik hari ini dan hari-hari berikutnya' (walaupun dia pasti memujiku lebih dulu, dan aku suka itu). aku pasti tersihir!

Fajar ini lucu, kalau ia datang, keceriaan pasti menghampiriku, meskipun kadang ada hama-hama kecil yang membuatku lupa untuk bahagia

yang sangat amat ku sukai dari Fajar adalah, ia bersinar. 
terkadang aku bingung dengan pesonanya, lebih bingung lagi dengan orang-orang yang enggan melihatnya, 
maksudku..
hei, lihat! itu Fajarku! dia bersinar dan mempesona
tapi yang ku minta untuk melihatnya malah bersembunyi dibalik kain yang biasanya disebut selimut

namun, ada banyak penggemar Fajar, banyaaak sekali. 
karena melihat suatu keindahan bisa dari berbagai sisi, maka, Fajar akan lebih indah dilihat dari ketinggian, orang-orang biasa menyebutnya gunung
mereka bersusah payah, menemukan tempat terbaik untuk melihat Fajarku
sedangkan aku? hanya berusaha untuk tetap melihatnya di pagi hari, lewat sisi manapun 
tapi tetap, kecintaan Fajar adalah aku
biarlah kalian sebut aku ini terlalu percaya diri, 
karena memang itu faktanya
hanya aku yang dia sapa setiap dia muncul
yang lain? Fajar pasti jual mahal! 

Yang aku bingung, kenapa dia harus pergi saat sudah tinggi ya? 
padahal aku suka saat dia ada di dekatku, hangat, dan juga manis
mungkin dia hanya menyelesaikan tugasnya (untuk menyapaku, tentu saja)
lalu bergantian dengan yang lain, dan melakukan tugasnya lagi pada esok hari (mungkin begitu)

apa kamu sudah kuberitahu tentang saudara kembar Fajar?
dia lebih banyak disukai dibanding Fajar
karena pesonanya yang berbagai macam
namanya; Senja

aku pribadi menyukai Senja, ia indah, hangat, dan manis tentunya
Senja juga selalu mengingatkanku akan berakhirnya hari, biasanya ia akan bilang 'harimu sudah selesai, terima kasih sudah bekerja keras, selamat bertemu Fajar di esok hari!'

penggemar Senja lebih beraneka ragam; 
ada yang menyukainya di tepi pantai
diatas genting rumah
di jalanan macet ibu kota
bahkan dari sudut jendela kamar 

tapi ada yang aku tidak suka tentang Senja, kalau dia hilang, bumi jadi gelap
aku tidak tahu harus melihat apa, karena sepupunya yang bernama Bulan dan Bintang sering malu-malu untuk bersinar. 

keluarga ini memang aneh, aku bingung harus menceritakan dengan detail tentang Senja
karena ada banyak sekali cerita tentang Senja
atau peristiwa saat Senja hadir
dan semua itu berakhir romansa
aku bingung
karena romansaku adalah hal sederhana
bukan rumit seperti Senja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The One with The Blue Shirt

     Untuk yang mengikuti series "Friends" pasti familiar dengan "The One with...", sama seperti judul dari cerita singkat ini. Tepat satu tahun yang lalu, saya pergi bersama seseorang yang mau jemput saya subuh-buta buat ikut upacara 17-an di kampus. Jarak rumah dia ke rumah saya itu ditempuh sekitar 40 menit kalau nggak macet & sedikit ngebut. Jadi silahkan dibayangkan subuh-subuh yang dingin, dia ngebut supaya memastikan kalau saya ngga akan telat. Yang bikin saya kaget hari itu.. dia datang dengan pakaian kemeja biru dan jeans biru gelap. Iya, tanpa jaket. Saya belum terbiasa, kok bisa-bisanya dia pergi jarak yang cukup jauh, subuh-subuh pula, apa nggak kedinginan? Saya lupa alasannya waktu itu, tapi bisa jadi karena (1) dia nggak mau pakai jaket, (2) lupa, (3) nggak pernah terbiasa pakai jaket. Sampai saat ini saya belum paham juga kenapa alasannya. Tapi biarin aja ya, yang penting sampe hari ini dia sehat terus, mohon doanya juga ya buat kamu yang baca ini...

a journey.

Halo. Selamat datang, selamat membaca. Ada hal-hal yang ingin sekali kuceritakan pada kalian. Perjalanan yang mengajarkanku keikhlasan, kepemimpinan, persahabatan, perdebatan, pembelajaran dari kesalahan, arti memaafkan, arti kerja sama, serta pentingnya 3 kata ajaib; maaf, tolong dan terima kasih.  Perjalanan ini berat, tapi ternyata aku sanggup melaluinya.  Selain untuk bercerita, postingan ini juga aku dedikasikan kepada seluruh orang yang terlibat dalam proses acara. Jadi, akan ada beberapa foto dan cerita di bawah sana.  Selamat membaca. ---- Singkat cerita aku terpilih sebagai ketua pelaksana PKKMB fakultasku. Acaranya dilaksanakan dari tanggal 27- 30 Agustus 2019. Ada banyak sekali hambatan dan ketidak percayaan diri, tapi ternyata aku bisa melewatinya. Selesainya acara, aku merasa sangaaat hampa, kosong saja. Kebiasaanku setiap hari ke kampus dan nangkring di lembaga tiba-tiba berakhir, aku harus mengikuti kelas karena masa perkuliahan sudah...

Our Precious 2020...

 Halo, 2020  Tahun ini semua orang jadi mendapatkan sebuah pelajaran baru. Banyak hal yang bisa diambil dari tahun ini, meskipun pada awalnya kesulitan untuk menerima keadaan, keluhan-keluhan yang dilontarkan karena harus menjalani pembelajaran atau kerja dari rumah, keadaan bosan atau kesulitan untuk memikirkan "harus makan apa besok hari?" karena pekerjaan yang tidak jelas semenjak pengurangan karyawan. Semua itu sudah dilalui hampir 9 bulan, setiap orang lambat laun menemukan caranya sendiri untuk berdamai dengan keadaan, hingga keluhan-keluhan tak lagi terdengar.  Kita sudah bertahan dengan sangat baik.  Buatku, 2020 memiliki ceritanya sendiri yang tidak bisa dibandingkan dengan tahun-tahun manapun. Tahun dimana aku tidak perlu mandi pagi-pagi untuk berangkat kuliah, dan tahun dimana aku tidak harus pulang malam karena rapat dan kuliah. Tahun dimana aku bisa leyeh-leyeh setelah jeda kelas, atau bangun 5 menit tepat sebelum kelas dimulai (walaupun beberapa kali ak...